Jom tengok si boyfriend pedajal girlfriend nye gune vibrator kt ‘special underwear’ yang di beri nya. Pada mulanya si girlfriend tak sedar apa sebenarnya ‘function’ benda pelik pada pakaian dalam yang di beli nya.

Tanpa rasa ragu, si girlfriends pun pakai. Pada suatu hari teman lelaki nya dia menyuruh teman wanita itu memakai pakaian dalam yang di beli kan oleh teman lelaki itu.

Bermula lah kegiatan si teman lelaki ‘prank’ teman wanita si universiti. Berdekah melihat gelagat teman wanita nya. Jom tengok gelagat teman wanita naif ini.

Jangan pulak korang tiru aksi ni ye..tak baik tau !!

 

 

Pada abad ke-21, vibrator atau alat pembantu seks telah diterima oleh masyarakat dunia. Bahkan, menurut data, satu dari dua perempuan modern memiliki vibrator sebagai alat bantu memuaskan diri.

Tak ayal, vibrator menjadi bagian baru dalam industri seks yang makin berkembang di dunia. Para produsen pun berlomba-lomba membuat beraneka ragam vibrator yang diperjualbelikan secara bebas.

Namun, pada masa lampau, vibrator merupakan hal yang sangat tabu. Pada masa itu, perempuan pemakai vibrator dinilai tidak mampu menemukan pasangan, atau tak memiliki pasangan yang dapat memuaskan mereka.

Selain hal-hal di atas masih terdapat fakta lain seputar vibrator. Berikut ini kami ungkapkan 10 fakta menarik lain soal vibrator:

1 Pada masa lalu, jauh sebelum ditemukannya vibrator, para dokter kebingungan dengan orgasme perempuan, yang saat itu disebut “paroxysm”. Untuk meneliti kasus itu, para dokter melakukan pijat genital dengan memasukan jari yang dioleskan minyak ke dalam vagina. Dan hasilnya, para perempuan pun mendapatkan orgasme yang luar biasa. Akhirnya pada 1653, ahli bedah Inggris, Nathanial Highmore menyatakan bahwa orgasme adalah puncak kenikmatan perempuan.

2. Pada masa lalu, vibrator di Prancis berbentuk seperti kepala selang. Benda tersebut hanya dimiliki oleh para dokter, dan berharga mahal. Cara kerjanya yakni dengan memasukan air ke dalam selang, lalu ditembakkan ke dalam vagina. Beberapa waktu kemudian, perempuan yang memakai selang tersebut akan mengalami orgasme.

3. Salah satu vibrator pada masa lampau memiliki harga sangat mahal, sekitar 40 pounds. Dan untuk mengoperasikannya dibutuhkan dua orang, karena benda tersebut menggunakan tenaga uap. Benda itu juga hanya ada di tangan dokter, tidak diperkenankan dijual secara bebas.

4. Pemanggang roti kuno juga pernah digunakan sebagai vibrator. Pada 1902 pemanggang roti merek Hamilton Beach dipatenkan sebagai vibrator listrik genggam yang dapat digunakan sebagai alat bantu seks. Saat dipatenkan sebagai vibrator, produsen alat tersebut mencatatkan bahwa perempuan lajang dan janda sebagai pembeli utama produk itu.

5. Jika Anda menuliskan vibrator vintage pada Google, Anda juga akan menemukan fungsi lain benda tersebut. Di antaranya untuk pembersih noda, pembersih pipi, alat untuk menghilangkan kulit keriput dan penghilang stres. Dan, faktanya, saat ini, vibrator memang dapat digunakan sebagai alat kesehatan perempuan. Yakni untuk kesehatan dada, leher dan wajah. Tidak melulu untuk alat bantu seks.

6. Vibrator merupakan salah satu bisnis yang paling menguntungkan saat ini. Distributor vibrator Adam & Eve mengungkapkan bahwa perusahaannya terus mendapatkan keuntungan setelah menjual vibrator sejak 2009 lalu.

7. Pada 1900-an, vibrator sempat diharamkan untuk dijual di toko-toko, sama halnya dengan alkohol. Namun, pada 1920, vibrator telah dapat diterima dengan baik. Bahkan perempuan mulai banyak yang menggunakan vibrator.

8. Ada juga vibrator berbentuk kursi. Pada bagian bawah kursi tersebut, terdapat alat bergetar yang terletak dekat dengan vagina, sehingga wanita dapat mencapai orgasme akibat geteran tersebut. Alat ini sangat laku di pasaran pada 1950-1960. Namun kini, seiring berkembangnya zaman, vibrator kursi difungsikan sebagai alat pemijat leher dan bahu.

9. Di Jepang membuat vibrator berbentuk penis adalah seuatu yang ilegal. Karena itu para produsen vibrator membuat alat tersebut dengan bentuk kelinci. Meski sangat aneh, namun perempuan Jepang banyak yang membeli vibrator jenis itu.

10 David Ley, Profesor di University of Alberta memfungsikan vibrator sebagai alat bantu untuk mengembangkan kemampuan bernyanyi anak didiknya. Vibrator dengan kekuatan frekuensi 100-120 hertz (seperti suara manusia) diletakkan di leher para penyanyi. Dan hasilnya, sekitar 150 penyanyi didikan Davi Ley mampu meningkatkan kualitas vokal mereka.